h1

Jadi, saya itu ga suka sama motivator, ESQ, dan semacamnya.

April 12, 2009

jadi saya sering liat iklannya si Mario Teguh di TV. dan iklan motivator lainnya. juga selebaran di jalan dan berita di radio. iklan iklan nya itu pasti intinya menawarkan bahwa para motivator bisa merubah diri anda. yang paling saya geleuh kan adalah, uang untuk bayar motivator nya di sebut dengan investasi. WTF ? najis banget deh, munafik. bilang aja bayaran. ga usah investasi. emang ada jaminan keluar dari acara gitu bakal berubah ? ngga deh.

saya jadi inget dulu pas jaman SMA, ada mabit. Malam Bina Taqwa. yang (mestinya) berisi tentang doa, pembekalan2 UAN tapi secara mental, bukan secara pelajarannya. kenapa itu pake mestinya ? karena ternyata ga hanya itu, karena di dalamnya di isi perjudian dan minum kopi bersama, juga berlaku aneh di sekolah pas malam hari, dan itu menyenangkan, kecuali perjudian nya (saya cuma ikut main kartu tapi ga ‘masang’).

nah, dalam program mabit itu, di akhir acara, ada sejenis acara renungan gitu. ini juga saya ga suka. apaan coba ? masuk kedalam ruangan gelap yang cuma diterangi lilin, dan sang guru bercerita2, mengingatkan kita pada orang tua dan Tuhan. itu hal yang seharusnya kita lakukan tiap hari, bukan hanya dalam rangka mau ujian hidup mati aja. dan saya ga suka itu, karena kesannya hal gitu ga penting. jadi, saya, daud, ojun dan erlang memutuskan untuk tinggal di Masjid dan tidur, bersama pak Rob Bredel.

kenapa saya ga suka banget ama motivator ? karena mereka itu tai banteng. mereka bilang bisa membangun manusia. sebut saja si Ari agustian ato si mario teguh. jujur saya ga suka. karena saya percaya, hanya ada 2 hal yang bisa membangun manusia. yaitu adalah pengalaman, dan diri manusia itu sendiri. si ari dan si mario ini, kalo kata saya ga lebih dari orang biasa yang menjawab pertanyaan yang sebenernya sangat mudah. apa yang mereka jawab ? yang mereka jawab adalah norma yang selama ini sudah dianggap baik di masyarakat, namun, masyarakat nya sendiri ga sadar (bukan ga sadar sih, sebenernya mah males), tapi mereka menyampaikan dengan cara mereka, dan (bodohnya) orang orang yg mendengar, kebanyakan menganggap mereka itu keren. padahal, pembekalan norma seperti itu, sudah didapat (sebagian besar) orang di sekolah maupun di rumah. contohnya adalah : ‘kita harus belajar dari kesalahan’. bukannya itu sering ya ? dikatain ortu kita pas kita masih kecil ? kalo sama motivator ini, hal ini bisa terdengar keren, tapi kalo dari ortu sendiri, bisa terdengar menyebalkan, karena itu saya ga suka sama makhluk makhluk kaya gitu.

terus masalah tenggang rasa dengan orang lain. bukannya itu ada di pelajaran PPKN ?

jadi kenapa orang orang menganggap motivator itu hebat ? merka bijak ? iya, tapi saya rasa orang tua yang membesarkan kita jauh lebih bijak deh ?

jadi intinya, saya ga suka motivator karena mereka itu penuh dengan kebohongan dan senyuman yang memuakan bagai pantat dibelah dua dan keluar mencret dari tengah2 nya.

Quote of the Day

“DIE !! BY MY HAND, I CREEP ACROSS THE LAND, KILLING FIRST BORN MAN !!”

-Metallica, band kesukaan saya-

Advertisements

4 comments

  1. Artikel yang menarik. Saya juga sudah komentar di blog saya (mohon maaf, saya posting artikel Anda disana).
    http://ramaditya.multiply.com/journal/item/134/Saya_Tak_Suka_Motivator


  2. gw juga sama bim, yg bisa motivasi gw cma bokap-nyokap dan adik2 gw trus ma sahabt dah….dan ALLAH pastinya…..

    gw lebih suka proses almiah aje….kagak suka ngelibatin orang2 yg baru gw kenal bwt jadi motivator gw…scara mereka tidak pernah melalui proses hidup barengan ama gw…hehheehheh

    makanya gw jga heran ma orang2 yg real bayar ratusn ribu bahkan jutaan bwt hal segitu…..scara motivator seprtinya mulai dijadiin industri d Indonesia…

    tapi y sudahlah yg namanya manusia tak sama
    ada orang yang mmbtuhkan motivator bwt ngatasin masalhnya dan mreka happy bwt gituan…..
    hehee


  3. @Rama
    wah, makasih ya, saya ga nyangka tulisan saya mengundang banyak komen gitu ! ahahahaha

    @copa
    iya sih cop, everyone has their on way, tapi yah, gw sih cuma ngomen aja, masalah dibaca ato ngga, tetep aja it’s their on way, I write this post, this is my on way, gitu lah


  4. setuju Bim!

    Gw sih sebenernya oke2 aja sama keberadaan motivator, kayaknya masih ada orang yang, seperti kata lo, ignorant sama arti hidup.

    Tapi yang nggak gw suka tuh, mereka sering banget mukul rata masalah… seakan2 semua masalah itu mereka tau jawabannya, dan hidup HARUS dijalanin pake cara mereka.

    halah.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: