Archive for July, 2012

h1

Java Cup: Cerminan Wajah Sepak Bola Indonesia

July 25, 2012
Hai, kenalkan, saya Bima, seorang Evertonian yang berasal dari kota yang sama-sama biru, sama biru-nya dengan Everton, Bandung !
 
well, ketika pertama kali dengar Everton mau main di Jakarta, saya cukup excited. Saya sendiri baru menjadi Evertonian dalam 2-3 tahun ke belakang, tapi berita tentang Everton yang datang ke Indonesia benar-benar membuat hati saya berdebar. Saya senang, karena untuk pertama kalinya, saya mendapatkan kesempatan untuk menonton tim luar negeri favorit saya secara langsung. Saya langsung mengontak teman-teman saya yang pecinta bola. Yaah, kita semua sadar, kalau Everton bukanlah tim semahsyur MU, AC Milan atau Barcelona, tetapi, Everton memiliki daya tarik tersendiri. Jujur, banyak teman saya penggemar bola sejati yang menaruh respek tinggi pada Everton. Bukan seperti pecinta bola kacangan yang kerjaannya hanya bisa mendukung tim yang juara dan mengata-ngatai tim lain. Saya ingat, awal-awal ada berita kedatangan Everton ke Indonesia, ada yang bilang :’emang ada fans Everton di sini ?’, dari nama akun twitternya, sepertinya sih dia fans merseyside red, well kid, WE ARE EXIST, kami ada, dan saya yakin, banyak kok pecinta bola sejati yang tertarik sama Everton.
 
Momentum kedatangan Everton ini, kebetulan terjadi dalam momen ‘musiman’ (Indonesia banget yah); mendatangkan klub/pesepak bola luar negeri. Ya, kita bisa lihat kalau sepak bola adalah olah raga yang paling populer di Indonesia. Mendatangkan klub dari luar negeri, tentunya akan menyedot banyak penonton, apalagi kalau klubnya terkenal atau punya bintang dengan nama besar, sebut ajalah LA Galaxy. Kalau gak ada David Beckham, siapa sih yang tau dan mau tau LA Galaxy ?. Kita juga disuguhi pertandingan-pertandingan dengan melibatkan klub besar Internasional lainnya. Intermilan misalnya, walaupun mereka tidak membawa semua anggota skuadnya, mereka tetap menurunkan beberapa pemain inti dari tim mereka. Namun, sebagai ‘balas budi’ dari apa yang mereka lakukan, sebagai sebuah tim besar yang datang ke Indonesia untuk membantu mengembangkan sepak bola Indonesia, apa yang kita berikan ? Pertandingan melawan Timnas Garuda. Atau apapun itu, kalian namakan sendiri. Jujur, ini membuat saya muak. Sebenarnya, pertandingan yang paling ideal adalah klub melawan klub dan tim nasional melawan tim nasional. Pertandingan antara Indonesia vs Uruguay dan QPR vs Persebaya JAUH LEBIH ENAK DITONTON daripada pertandingan LA Galaxy melawan timnas garuda yang dihuni oleh ‘pemain-pemain terpilih’ yang dihasilkan dari kisruh persepakbolaan Indonesia. Kenapa demikian ? Sederhana aja. Sepak bola adalah sepak bola tim. Apa mungkin kalian bisa bikin tim hanya dalam 1 minggu dan menghasilkan sebuah tim yang enak ditonton ? tidak tentunya. Sepak bola jauh lebih kompleks daripada hanya mengumpulkan pemain-pemain terbaik yang ada di suatu negara.
 
Lebih konyol lagi ketika ada pertandingan bertajuk Fabregas and friends atau Pepe and Arbeloa and friends. Saya suka dengan Barca, dan jujur saja, Fabregas diperlakukan seperti badut di sini. Sepak bola itu olah raga tim, bisa dinikmati apabila mereka datang dalam satu tim. Apalah artinya seorang Fabregas bermain dengan orang-orang yang bukan timnya, hanya demi menghibur fans-fans yang haus akan wajah gantengnya, bukan skill nya.
 
Oke kembali ke Everton. Ketika berita resmi muncul tentang datangnya Everton membawa tim inti ke sini, saya makin excited. Namun, ketika melihat lawan resminya, saya agak kecewa karena Everton harus menghadapi dulu Indonesia selection, dan Galatasaray harus menghadapi Malaysia selection dulu sebelum (dan saya harap) mereka bertemu di final. Ketika mereka bertemu di final, saya yakin mereka akan menyajikan pertandingan kelas Eropa, mungkin bukan sekelas UCL, tetapi yaaah, Europa League juga masih seru untuk ditonton kan ? Saya sendiri berencana untuk menonton pertandingan finalnya saja, dengan asumsi Everton dan Galatasaray bakal menang mudah melawan Indonesia dan Galatasaray. Ini murni karena faktor kesehatan, fisik saya untuk saat ini gak cukup baik untuk teriak-teriak selama 90 menit, apalagi  setelah menjalankan ibadah puasa.
 
Rencana sudah dibuat sedemikian rupa, namun apa daya, Tuhan berkata lain. Kabar batalnya Galatasaray bagai saya sudah cukup mensinyalir bahwa turnamen yang disebut dengan Java Cup ini bakal batal. Coba dipikirkan baik-baik, bagaimana caranya mencari tim sekelas Galatasaray dengan hanya waktu kurang lebih 1 minggu untuk datang ke negara terpencil (Indonesia termasuk negara terpencil loh !) seperti Indonesia. Galatasaray batal datang karena urusan transport. Di sini saya sudah yakin, ada yang gak beres dengan panitia. Panitia sendiri mengkambinghitamkan Galatasaray dalam kasus ini, menuduh kalau Galatasaray tidak bisa mengurus masalah transportasi dan logistik untuk datang ke Indonesia. Well, saya yakin, klub sebesar Galatasaray tidak mungkin kesulitan dalam mengurus tiket. Bohongkah mereka ? Entahlah, tapi saya yakin waktu akan menjawabnya.
 
Beberapa hari kemudian, H-3 pertandingan datanglah gosip-gosip pembatalan Everton ke Indonesia. Awalnya sih saya santai-santai aja, namanya juga gosip, gak usah langsung percaya. Tapi kesantaian saya ini berakhir setelah Connor McAleny, striker muda Everton menyatakan bahwa perjalanan ke Indonesia dibatalkan, walaupun tweet tersebut kemudian dihapus, tapi saya yakin itu tweet yang ditulis dengan spontan oleh McAleny, mungkin ia menghapusnya karena belum ada statement resmi dari Everton sendiri. Well, buyarlah sudah impian saya menonton Everton tahun ini.
 
Sedikit analisis tentang apa yang terjadi, kenapa Everton membatalkan kedatangan mereka ini:
 
1. Dalam situs resminya, Everton menyatakan baha pembatalan ini berdasarkan ketidakbisaan panitia memberi jaminan berjalannya turnamen ini, terutama setelah keluarnya Galatasaray dari turnamen ini (Following a number of recently uncovered issues, concerned Club officials asked the tournament organisers for assurances about the competition, especially following the withdrawal of Galatasaray.).
 
2. Masih dalam artikel yang sama, Everton menyatakan bahwa klub pengganti Galatasaray, yaitu Nacional dari Liga Uruguay juga tidak bisa dipastkan untuk hadir, sehingga tidak ada jaminan dan struktur pasti dari turnamen ini. (Initially, it was indicated that Nacional from Uruguay would replace the Turkish Champions but the identity of the participating clubs and the subsequent structure of the competition remained unconfirmed.)
 
 
3. Kesimpulannya, perjalanan Everton ke Indonesia yang jauh, mahal, dan beresiko tinggi, tidak sepadan dengan apa yang akan Everton dapatkan di Indonesia.
 
Dari tiga poin di atas, saya bisa ambil kesimpulan kalau Everton tidak bisa datang ke sini karena alasan yang sederhana, karena kita adalah orang yang hidup di dalam naungan sepak bola Indonesia. Apa saja yang ada di sepak bola Indonesia ? Salah satunya, dan yang paling rusak, serusak-rusakna adalah, KETIDAKPASTIAN JADWAL. Musim ini, di Italia, ada beberapa pertandingan yang ditunda, pertandingan tersebut ditunda karena bencana alam, banjir yang menimpa kota Genoa di Italia. Sedangkan di Indonesia, pertandingan Persiwa vs Persib ditunda KARENA TIDAK ADA IZIN DARI POLISI. Nah, ini, INILAH yang saya sebut dengan cerminan sepak bola Indonesia. Banyak carut marut dan ketidakjelasan. Perlu diingat, yang diundang ke sini adalah klub PROFESIONAL dari INGGRIS. FYI, orang Eropa itu memegang teguh apa yang namanya PROFESIONALITAS. Mereka bukan orang-orang yang bisa menerima istilah ‘gimana besok’, mereka butuh jadwal yang jelas, dengan rundown yang baik. Contoh sederhana tentang profesionalitas orang Eropa, ketika kalian berkunjung ke Eropa dengan ditemani oleh local guide di sana (orang sana tentunya). Ketika ia berbicara dan kalian melakukan kegiatan lain, kalian bakalan dibentak ! karena itu memang tugas mereka, membuat kalian mengerti tentang apa yang kalian kunjungi. Begitulah kurang lebih gambaran betapa profesionalnya orang Eropa.
 
Sedikit lagi analisis saya, nampaknya kedatangan Everton ke sini pun dilatari dengan keingingan Everton untuk menghadapi sang juara Turki, Galatasaray. Mungkin dengan mengikuti mini-tournament di negara ‘kecil’ yang berani membayar mahal, akan jauh lebih murah daripada mendatangkan Galatasaray ke Goodison Park. Sehingga ketika Galatasaray batal, mereka pun kehilangan nafsu untuk bertanding. Ini wajar, tim sebagus Everton jauh-jauh datang ke negara ‘kecil’ hanya demi bertandingan dengan tim U-22 negara tersebut ? hemmh, lucu.
 
Well, begitulah sedikit curhat saya tentang kegagalan Everton untuk mendarat di Indonesia. Mungkin suatu saat, kita bisa benar-benar menonton Everton bermain di Indonesia, dengan kekuatan penuh, menghadapi lawan yang seimbang, atau yaah.. menghadapi lawan dengan status yang sama 🙂
 
sekian dari saya, salam COYB !
 
 
 
Advertisements
h1

Super Hero in Motion: My Way To Enjoy Super Hero Movie

July 18, 2012

SPOILER ALERT !

bakal banyak spoiler dalam film dan komik2 super hero DC/Marvel di sini, nikmati aja dengan resikonya yeeess !

well, melihat film-film yang diputar di bioskop belakangan ini, film super hero udah bukan lagi suatu hal yang asing untuk diputar di sana. Sebut aja, Spider-man, Hulk, Thor, Iron man, Dark Knight, Superman, Captain America, X-Men, Daredevil, dan lain-lain. Banyaklah. Dalam tulisan ini, saya gak bakal bahas tentang sejarah film-film itu, tapi saya akan bahas tentang pandangan saya terhadap film-film super hero yang udah dan bakal dibuat.

Selalu ada pro-kontra antara suka dan tidak suka dalam melihat film super hero. Film Amazing Spider-man misalnya. Banyak movie goers yang menilai film ini sebagai film yang tidak amazing, alias biasa saja. Well, kalau menurut saya, sebagai seorang penggemar komik barat, film ini sangat cocok diberi nama THE AMAZING SPIDER-MAN. Spider-man yang saya lihat di film ini kurang lebih mirip dengan Spider-man yang dulu sempat diputar di Indonesia. Saya lupa tahunnya, tapi ketika itu saya masih SD, dan Spider-man ini diputar di RCTI, dalam kurun waktu yang sama dengan X-Men. Mungkin gambar ini bisa membuka kenangan para pembaca terhadap kartun itu:

Naah, Amazing Spider-man itu dibuat berdasarkan Spider-man versi ini. Di Amazing Spider-man, karakter Peter Parker digambarkan sebagai Spider-man yang tengil, jauh berbeda dengan Peter Parker-nya Toby Maguire yang, sebut saja, ngemo. Lalu mutasi gen yang dialami Parker juga berbeda. Dalam Spider-man yang awal, Parker langsung memiliki kemampuan untuk menembakkan jaring laba-laba, tetapi dalam Amazing Spider-man, ia membutuhkan alat tambahan untuk menggunakan jaring tersebut.

Bagi saya yang tumbuh dengan Spider-man versi kartun ini, versi Amazing Spider-man inilah, yang bisa lebih saya nikmati. Walaupun yaaahhh, ada beberapa kekurangan, terutama di tokoh Gwen Stacy yang agaknya terlalu sentral, saya bisa tetap (sangat-sangat) menikmati film ini sebagai penggemar komik. Bahkan di beberapa adegan saya sempat heboh, terutama ketika Lizard muncul dengan lab-coat. DAMN ! IT’S THE LIZARD !!

adegan yang dimaksud:

Lizard yang ada di kartun:

kurang keren apalagi coba ? Manusia yang bermutasi jadi kadal raksasa, tapi tingkat intelejensinya tetap, dan digambarkan dengan lab-coat. SO FRICKIN AWESOME !! Soooo, bagi saya, menonton Amazing Spider-man ini hendaknya ditonton dengan jiwa ‘geek’, jangan dengan jiwa ‘movie-goers’ atau ‘film critics’, karena yaaaahhh, memang sulit untuk menerjemahkan kisah-kisah di komik Amerika ke dalam film (karena banyaknya versi dari komik itu sendiri).

oke, move on to the next movie. contoh lainnya adalah the Avengers. Mungkin banyak yang  bosan dengan film ini. Tapi jujur saja, saya nonton film ini dua kali, dan masih tetap terkesima, mungkin karena ini adalah pertama kalinya saya menonton film super-hero crossover dengan teknologi yang epic. Pemilihan karakter untuk film pembuka seri the Avengers ini pun cukup oke. Iron-man, Captain America, Hulk, Thor, Black Widow dan Hawkeye. Well, dalam versi aslinya, Avengers itu dimulai oleh Iron-man, Hulk, Thor,  Ant-man dan Wasp. Naah, kenapa Ant-man sama Wasp ga muncul ? sedangkan Captain America, Black Widow dan Hawkeye malah muncul ? mungkin ini bisa dilihat dari sisi komersilnya. Coba aja tanya, Ant-man sama Wasp ke masyarakat umum, pasti kebanyakan tidak tahu siapa mereka. Tapi kalau Captain America, dia jauh lebih komersil daripada Ant-man dan Wasp, dan dia juga merupakan salah satu dari pemimpin Avengers (selain Iron Man tentunya). Sedangkan Black Widow.. Well.. Who can resist Scarlett Johansson ? hahahaha… Hawkeye ? dia masih jauh lebih terkenal daripada Wasp dan Ant-man. Bagi saya, mungkin ini adalah salah satu alasan Marvel memilih Captain America, Black Widow dan Hawkeye sebagai pengisi Avengers pembuka.

Untuk upcoming movie dari Marvel, kabar yang saya dengar yang sedang dalam produksi adalah Black Panther dan Dr. Strange. Well, ini cukup bagus, mengingat Black Panther dan Dr. Strange adalah hero yang memiliki peran yang cukup besar dalam dunia Marvel. Dr. Strange sebagai anggota dari Illuminati (sekelompok super hero yang punya plot untuk membentuk dunia yang lebih baik) dan Black Panther adalah anggota baru Fantastic Four pasca the Civil War, dia juga masih saudara dengan Storm (X-Men), sama-sama datang dari Wakanda, Afrika. Mungkin nama Dr. Strange sama Black Panther di Indonesia belum terlalu terkenal, karena memang seingat saya tidak ada media ‘umum’ yang sering memuat mereka berdua. So, mari kita tunggu saja kehadiran film nya 😀

Okay, sedikit akan saya bahas tentang film dari DC Universe deh. Superman. Jujur, Superman versi reboot yang baru2 kemaren ini, agak mengecewakan. Versi Christoper Reeve masih jauh lebih keren dan lebih bisa dinikmati oleh penikmat komiknya. Mungkin ini karena karakter Superman di film versi reboot yang agak terlalu ‘menye-menye’, padahal, Superman itu adalah super hero yang paling maskulin yang pernah ada (menurut saya yaaah).

Untuk Batman. Well, semua Batman awesome, kecuali versi Joel Schumacher. For god sake, it sucks. Mr. Freeze, Poison Ivy, Batman bahkan Robin nya terlalu ‘rame’ untuk muncul dalam mitologi Batman yang kelam. Kalau baca komiknya, pasti bakal ngerti deh kenapa yang versi Joel Schumacher ini gak cocok untuk muncul dalam mitologi Batman. Batman itu semestinya kelam. Alasan Bruce Wayne jadi super hero aja karena orang tuanya mati dibunuh di depan dia. Versi Tim Burton itu keren. Harus diakui, Joker dan Penguin dari versi Tim Burton ini, pasti ‘pernah mampir’ di mimpi buruk beberapa orang yang nontonnya. Joker versi Tim Burton adalah Joker yang bisa kita lihat dari one-shot graphic novel yang berjudul the Killing Joke. Graphic novel ini sendiri bercerita tentang asal usul Joker. Joker di sini digambarkan sebagai seseorang dengan mental yang acakadut, yang bisa dengan mudah mengacaukan kota Gotham. Ia sendiri bisa membunuh orang sambil tertawa santai. Cocok dengan definisi orang sinting.

Dalam Batman versi Tim Burton, Joker digambarkan sebagai pembunuh orang tua Bruce Wayne. Sebenarnya agak sayang sih, karena pembunuh orang tua Bruce Wayne adalah Joe Chill, dan agaknya tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan Bruce Wayne sebagai Batman ke sananya. Tapi ini adalah Joker dengan tipe yang sama dengan Joker di Killing Joke, Batman: Animated Series dan game Arkham Asylum juga Arkham City.

Sedangkan untuk film Batman versi Nolan, ini juga gak kalah bagus.  Mungkin bisa dibilang lebih down-to-earth dan bisa disebut sebagai ‘modern Batman’. Batman versi Nolan adalah Batman yang mengupas sisi paling kelam dari kehidupan Bruce Wayne. Bagaimana ia harus menjaga kota Gotham sambil tetap harus melindungi identititasnya. Dalam film pertama, Batman Begins, diceritakan tentang bagaimana Bruce Wayne bisa menjadi seorang Batman, berhadapan dengan Ras Al Ghul dan the Scarecrow. Menurut saya, Ras Al Ghul dan Scarecrow dalam film ini sudah sangat luar biasa. Ras Al Ghul yang merupakan pembunuh rahasia, dan Scarecrow, seorang ilmuwan gila yang tertarik dengan rasa takut yang ada di dalam setiap manusia. Konflik antara Batman dengan ‘guru’nya (Ras Al Ghul) dan ketakutan yang disebar oleh Scarecrow bisa menggambarkan gelapnya film ini; suatu sisi yang seringkali dikupas untuk memperkelam kisah super hero, di mana super hero juga adalah manusia.

Dalam film Nolan yang ke-dua, the Dark Knight, di sinilah, muncul si musuh besar Batman, the Joker. Joker yang digambarkan dalam film kedua ini adalah Joker yang sadistik, twisted minded, banyak yang bilang, ini adalah Joker yang terbaik (well, saya secara pribadi lebih suka Joker versi the Killing Joke, dia lebih maniak lagi). Di film ini juga muncul Two-Face, penjahat ‘berwajah dua’ yang merupakan seorang mantan pengacara yang ‘membantu’ Batman di siang hari. Penggambaran karakter Two-Face di film ini keren ! Diceritakan prosesnya bagaimana seorang Harvey Dent menjadi two face. FYI, Two-Face itu benar-benar selalu melakukan flip coin untuk menetukan apakah ia akan berbuat jahat atau berbuat baik, ini menunjukkan bagaimana korup nya pikiran seorang Harvey Dent, dan Aaron Eckhart, berhasil membawanya ke dalam the Dark Knight.

Well, untuk DC Universe, upcoming movie yang sudah sangat dekat adalah Dark Knight Rises. Lawannya di sini adalah Bane, teroris jenius yang menggunakan ‘venom’ untuk memperkuat tenaganya. FYI, Bane adalah mimpi terburuk Batman. Satu kalimat yang terkenal dari Bane, dan saya yakin kalimat ini akan memiliki makna khusus dalam the Dark Knight Rises adalah: “BANE BROKE THE BAT !”

Dan yang terakhir, kemungkinan untuk Justice League muncul dalam versi film, hemm, agak sulit menurut saya. Alasannya: Wonder Woman belum dibuat filmnya, padahal ia adalah tokoh sentral dalam Justice League. Kedua, Batman dan Superman yang ‘universe’ nya terlalu jomplang, Batman yang kelam dan Superman yang agak fancy dan ‘menye-menye’.. Mungkin masing-masing butuh reboot (atau salah satunya melakukan penyesuaian) apabila memang DC ingin membuat film Justice League of America.

Well, begitulah pendapat saya tentang film-film super hero. Sebagai seorang fanboy, saya selalu membanding-bandingkan film dengan versi lainnya, seperti komik, kartun dan game. Bagi saya, jarang ada film super hero yang jelek, karena saya selalu menikmati film super hero, dengan mindset bahwa film super hero memang untuk dinikmati, dikagumi, bukan dilihat dari segi sinematografi nya. Jadiiiii, nikmatilah film super hero seperti kita menikmati film kartun ketika kita kecil dulu 😀

h1

FIFA 12 Career Mode: THE INVINCIBLE MILAN

July 9, 2012

well, jadi belakangan ini, aktivitas saya selain mengerjakan skripsi adalah memainkan game FIFA 12. Di game ini, saya memainkan career mode di mana saya menjadi pelatih dari sebuah tim, untuk tim pilihan saya, kali ini saya pilih AC Milan. Alasannya sederhana: saya suka AC Milan dan duitnya lumayan banyak.. hahaha…

so, untuk langkah awal, saya menjual beberapa pemain bintang di AC Milan: Zlatan Ibrahimovic dan Robinho. Ini saya lakukan demi menambah keuangan saya untuk menambah defender. Semua CB (center back) juga saya jual, kecuali Thiago Silva dan Alessandro Nesta tentunya, ini karena Philippe Mexes, Danielle Bonera dan Mario Yepes agak kurang cocok dengan gaya permainan saya yang senang memajukan CB untuk merebut bola lawan. Beberapa midfielder pun jadi korban ‘pembersihan’, Antonio Cassano, Massimo Ambrosini, Mark Van Bommel dan Antonio Nocerino saya nilai terlalu lambat untuk permainan saya yang impulsif.

Pada musim pertama, saya membeli Klaas Jan Huntelaar, Christian Eriksen, Bender bersaudara dan Mats Hummels untuk mengisi kekosongan post-post yang ditinggal penghuninya. Pada akhir musim, beberapa pemain seperti Pippo Inzaghi dan Gennaro Gattuso juga Clarence Seedorf menyatakan untuk pensiun. That’s okay, dengan dana segar dan hadiah memenangkan Serie A, saya bisa memperkuat tim lapis kedua saya. Oh ya, kejadian yang gak enak itu ketika Thiago Silva tiba2 minta pindah ke Real Madrid, padahal, dia adalah bek yang sempurna untuk gaya permainan saya.. Kepindahan Thiago Silva ini digantikan dengan kedatangan Giorgio Chiellini dan Jordi Alba.. Yang menyenangkan, ternyata Boateng, Abate dan Pato, sebagai orang2 yang tidak saya jual, berkembang dengan pesat. Mereka ber-3 menjadi anggota penting di Invincible Milan saya. Sekarang saya memasuki paruh awal musim ke-3. Inilah formasi saya sekarang, 4-2-3-1:

Image

baiklah, saya akan jelaskan skema permainan formasi ini melalui definisi tiap pemainnya, dan alasan saya memilih pemain tersebut.

GK: Emiliano Vivano

Stats: 84

Nationality: Italia

Why Him ? saya memilih Viviano karena 1, ia orang Italia dan 2, ia adalah satu dari sedikit kiper yang bisa menahan gempuran tim saya sehingga tim nya ‘hanya’ kalah dengan skor 1-0. Di pertandingan itu juga Viviano menjadi man of the match dengan nilai 9.90. Dia juga orang Italia, itung2 nambah orang Italia di skuad sih 😀 Untuk gaya bermain sendiri agak mirip Julio Cesar, jago loncat, tapi sergapan ke depannya kurang cepat. Tapi cukup buat tim saya yang punya defender gesit 😀

RWB: Ignazio Abate

Stats: 84

Nationality: Italia

Why him ? Simpel aja: he’s the best right winger available in this game. Mungkin untuk statsnya masih kalah sama Philip Lahm (86), tapi kalo udah dicoba, beuh.. Abate itu RWB yang punya offensive awareness tinggi, cocok buat gaya permainan saya yang memang senang menyerang dari sayap. Biasanya skema serangan dimulai dari Viviano-> Hummels/Sven Bender-> Pato/Boateng->Abate-> Huntelaar. Ini skema yang efektif, karena stamina Abate yang luar biasa dan defensive skill nya yang tinggi membuat dia gak gampang kecolongan di bagian flank kanan saya. Ini juga alasan kenapa Pato dijadikan RAM, karena larinya cepat, jadi ketika Pato dan Abate sudah berlari, niscaya tidak ada bek sayap atau midfielder yang bisa ngejar mereka.. hahaha..

LWB: Jordi Alba

Stats: 81

Nationality: Spain

Why him ? alasan yang sama dengan saya memakai Abate, tetapi Alba memiliki kekurangan dalam bertahan. Defensive skillnya gak sebagus Abate. Itu aja. Tapi kalau dalam menyerang, dia salah satu pemain dengan assist terbanyak di tim saya 😀

CB: Mats Hummels-Giorgio Chiellini

Stats: 87-85

Nationality: German-Italia

Why them ? Tinggi, cepat, tackling sempurna, jago baca permainan. Kurang apalagi ? dalam set piece seperti tendangan penjuru pun mereka berdua sering mencetak gol. Sebenarnya, skema asli saya adalah memasang Mats Hummels dan Thiago Silva sebagai tim inti. Tapi sayang, tiba2 saja ia pindah ke Real Madrid. Jadi yaah.. kepaksa beli Chiellini, skillnya sih 11-12, sama2 edan !

CDM: Sven Bender-Lars Bender

Stats: 82-81

Nationality: German-German

Why them ? ini nih yang asik. Mereka adalah anak kembar. Awalnya sih iseng aja mikir, kayaknya keren juga kalo DM nya sodaraan, kembar, sama-sama jago. Tapi ternyata, keisengan saya berbuah berkah. Bender bersaudara ini CDM yang gaya mainnya sama, agak mirip libero (abis dapet bola langsung lari ke depan), dan punya offensive awareness yang tinggi. Jadi, ketika defense lawan agak susah ditembus, Bender bersaudara ini suka otomatis maju ke depan untuk menerima passing pelan dari garis depan untuk longshoot yang JEGEEERRRR !! yang seringkali dikonversi menjadi sebuah gol.. teknik bertahan mereka juga bagus, dan yang terpenting, yang harus dimiliki semua DM, stamina mereka kayak kuda. Bisa dipakai 90 menit penuh tanpa ada penurunan performa. Mantep dah !

RAM: Alexandre Pato

Stats: 87

Nationality: Brazil

Why him ? Dalam 3 frase aja: lari cepat, finishing dahsyat, umpan akurat. 3 alasan ini membuat saya memasang Patop di sayap kanan. Sangat berguna untuk melawan tim seperti apapun (baca aja entry nya Abate). Tapi sayang, Pato itu gampang cedera, jadi harus agak hati-hati juga kalau bek lawannya bek yang suka tackling, sekali kena, bisa absen 2 bulan ! gawat !

LAM: Christian Eriksen

Stats: 82

Nationality: Denmark

Why him ? gak ada alasan khusus sih. Saya emang suka sama Eriksen, tapi kalo di FIFA 12 ini, yaa mungkin skill nya ‘cuma’ gocekan dan umpannya yang akurat. Karena kalo masalah speed masih kalah sama Pato. Tapi kalau dipakai 1 garis dengan Alba, well, tik tak nya lumayan, bisa bikin Alba lolos dan kasih crossing ke Huntelaar..

CAM: Kevin Prince Boateng

Stats: 88

Nationality: Ghana

Why him ? simply the BEST PLAYER of MY INVINCIBLE MILAN. Entah kenapa dan sejak kapan Boateng jadi monster kayak gini. Bisa ngegocek, lari cepet, di-body gak jatoh, tendangan keras dan akurat, operan akurat, crossing jalan, adu heading sering menang, bisa overhead kick, wah luar biasa lah ! Sangat cocok buat ngobrak-ngabrik pertahanan musuh ! and that’s all about him !

ST: Klaas Jan Huntelaar

Stats: 84

Nationality: Holland

why him ? karena dia adalah striker favorit saya di dunia nyata. Entah kenapa, saya suka gaya permainannya yang simpel. Tapi sayang, nasibnya agak bad luck gitu. di Ajax luar biasa tapi gak sukses di Madrid sama Milan, tapi untungnya oke banget di Schalke, Simple striker. Header nya akurat, finishingnya oke. Sangat cukup untuk jadi striker di tim yang second line nya kayak tim saya ini, sangat supportive sekali !

Well, beginilah tim FIFA 12 saya sekarang. Pencapaiannya ? Memasuki musim ke-3, belum pernah kalah sekalipun, juara Serie A 2 kali, Champions League 1 kali, Super Euro 1 kali, Copa Italia 2 kali, super Italia 2 kali, that’s why, this is INVINCIBLE MILAN !!

h1

5 Alasan Mengapa Slam Dunk Adalah Manga Olah Raga Terbaik Sepanjang Masa

July 8, 2012

WARNING

SPOILER ALERT !

Di tulisan ini bakal bener-bener heavy spoiler tentang manga Slam Dunk. Kalo yang gak suka spoiler dan belum baca, mending jangan dibaca yaaaa

 Tidak diragukan lagi kalau Slam Dunk adalah salah satu manga terbaik yang pernah dibuat oleh mangaka Jepang. Slam Dunk sendiri bercerita tentang Hanamichi Sakuragi, seorang brandalan yang tertarik untuk masuk klub basket agar bisa dikagumi oleh wanita yang dia sukai, Haruko Akagi. Haruko adalah adik dari kapten tim basket SMU Shohoku, Takenori Akagi. Demi mendapatkan perhatian Haruko, Sakuragi pun mengaku bahwa ia adalah seorang jenius basket, dan akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan klub basket SMU Shohoku. Pada awalnya, Sakuragi menemukan beberapa kesulitan, karena ia adalah orang yang awam basket. Namun lama-kelamaan, akhirnya ia bisa menikmati basket dan menjadi salah satu anggota penting dalam tim basket Shohoku.

Dalam kisahnya di tim basket Shohoku, Sakuragi bertemu dengan berbagai macam orang, rivalnya dalam tim, si jenius Kaede Rukawa, dua pemain berandalan lain, Point Guard Ryota Miyagi dan si cowok pantang menyerah, Hisashi Mitsui. Ia juga bertemu dengan rival-rival dari tim lain, Murasame dari SMU Miuradai, Nobunaga Kiyota dari tim juara daerah, SMU Kainan, Kiccho Fukuda dari SMU Ryonan, Minori Kishimoto dari SMU Toyotama, Hiroshi Morishige dari SMU Meiho Kogyo (tapi pada akhirnya mereka tidak sempat bertanding di atas lapangan) dan Masahiro Nobe juga Mikio Kawata dari SMU Sannoh. Dengan latihan dan bantuan dari teman-teman timnya, juga dengan pertarungan dengan rival-rivalnya inilah, akhirnya Sakuragi menjadi seorang pemain basket yang cukup diperhitungkan di tingkat nasional.

Sekarang saya bakal mengemukakan 5 alasan mengapa slam dunk adalah manga olah raga terbaik sepanjang masa (menurut saya tentunya):

1. Kadar humor di Slam Dunk yang benar-benar pas.

ya, Slam Dunk adalah salah satu manga yang selalu berhasil membuat saya ketawa. Hanamichi yang sok tahu, ditambah lagi teman-teman se tim nya yang tidak suportif terhadap ke-sok tau-an Hanamichi, selalu membuat saya tertawa. Salah satunya adalah ketika Hanamichi sedang on fire ketika menghadapi Ryonan. Hanamichi memasukkan poin setelah ia berhasil ‘mengusir’ kapten Ryonan, Jun Uozomi dari lapangan. Ia berkata ‘AKU JENIUSS !!’, bukannya memuji Hanamichi, teman setimnya malah memuji Akagi yang memberikan assist kepada Hanamichi.

Belum lagi ditambah rivalitas Hanamichi dengan Rukawa, atau rivalitas Hanamichi dengan Kyota, yang selalu dipenuhi adu mulut yang tidak penting dan tentunya, poin humor yang paling tinggi dari seri ini adalah ‘Geng Hanamichi’. Geng yang berisikan 4 orang ‘anak buah’ Hanamichi ini memang selalu membuat kacau keadaan. Entah itu di saat genting (ketika Hanamichi jatuh dihajar Uozumi dalam pertandingan melawan Ryonan) atau saat biasa-biasa saja (ketika Hanamichi latihan shooting jarak dekat). Geng Hanamichi ini sangat mendukung aktivitas Hanamichi dalam dunia perbasketan, tidak hanya memberi semangat ketika bertanding atau menemani Hanamichi latihan, mereka juga pernah ‘pasang badan’ ketika tim basket Shohoku diacak-acak oleh Mitsui dan kawan-kawannya, dan semua, mereka lakukan dengan cara  yang penuh dengan humor…

2. Jagoannya gak selalu menang.

Ini adalah salah satu poin juga kenapa saya suka Slam Dunk. Tercatat Shohoku (pasca bergabungnya Hanamichi) mengalami 4 kekalahan: ketika melawan Ryonan di pertandingan persahabatan, ketika melawan Kainan di tingkat daerah, ketika melawan Jyosei Shonan di pertandingan persahabatan dan ketika melawan Aiwa Gakuin di tingkat nasional.  Gak kayak Captain Tsubasa, atau komik bertema olah raga lainnya, Shohoku gak pernah ngerasain yang namanya juara. Mereka hanya finish di peringkat 2 daerah, dan kalah di pertandingan ke-3 di tingkat nasional. Gak ada apa-apanya dibandingin Tsubasa yang juara ini itu kan ? Tapi justru itulah asiknya, kan kalo jagoannya menang terus gak seruuuu~

3. Gak terlalu banyak drama.

ini juga salah satu faktor yang bikin Slam Dunk jadi manga yang asik dibaca dan gak cheesy. Berbeda dengan komik lain yang seringkali menang dengan selisih tipis atau gol di saat-saat terakhir, Slam Dunk gak kayak gitu. Seinget saya, hanaya ada 2 pertandingan di mana Shohoku menang tipis (1 poin dan 2 poin), ketika melawan si juara bertahan nasional Sannoh Kogyo dan ketika melawan Shoyo. Ketika melawan Sannoh, Sakuragi mencetak angka penentu sehingga skor menjadi 79-78 untuk Shohoku, sedangkan ketika melawan Shoyo, skor akhirnya adalah 62-60 untuk Shohoku (tapi tidak diceritakan siapa pencetak angkanya). Sedangkan di pertandingan lain, melawan Ryonan (di tingkat daerah) Shohoku menang dengan perbedaan 4 angka, melawan Toyotama 8 angka dan yang lainnya mereka menang telak. Unsur drama di tiap pertandingan Shohoku tidak terjadi di akhir pertandingan, tetapi di pertengahan, karena itu lah di setiap pertandingan ada yang namanya klimaks dan anti klimaks 😀

4. Hanamichi Sakuragi bukan karakter yang paling jago di serial ini

Ini juga betul. Kelas Hanamichi ada jauh dibawah Rukawa, Akagi, Mitsui dan Ryota di masing-masing posisinya. Dalam manga ini juga diceritakan kalau kelebihan Hanamichi hanyalah fisiknya yang luar biasa. Berbeda dengan komik olah raga lain seperti Shoot atau Dear Boys, di mana Toshi dan Aikawa sebagai tokoh utama adalah pemain super yang selalu ada di tingkat atas. Hanamichi, walaupun ia bermain luar biasa di tingkat daerah, tetapi namanya tidak masuk best-5 di daerah Kanagawa, ia kalah oleh Akagi dan Rukawa dari Shohoku, Maki dan Jin dari Kainan juga Sendoh dari Ryonan. Di tingkat nasional pun begitu, Hanamichi tidak bisa melebihi kehebatan pemain andalan Sannoh, Masashi Kawata. Ini membuat manga Slam Dunk semakin logis: Hanamichi Sakuragi hebat karena ia gigih dan berbakat, bukan seperti Tsubasa yang kemampuannya setengah dewa.

5. Endingnya yang gak ketebak

Inilah alasan yang terakhir kenapa saya sangat menyukai manga ini. Ya, ending Slam Dunk memang diluar dugaan. Ketika manga lain selalu menceritakan si tim tokoh utamanya juara nasional atau dunia, Slam Dunk berkata lain. Setelah Shohoku mengalahkan tim juara bertahan Sannoh Kogyo, mereka lalu dihajar oleh wakil dari Aichi, Aiwa Gakuin .Selain itu, Hanamichi pun harus berhenti bermain basket untuk beberapa saat karena ia menderita cedera. Ini adalah poin yang sangat positif untuk saya. Karena dengan ending ini, kita sebagai pembaca berhasil digiring kembali kepada ‘fakta’ bahwa Shohoku hanyalah tim basket SMU, mereka hanya anak SMU biasa, dan bukan manusia setengah dewa. Betul kan ?

 

so, itulah 5 alasan saya kenapa Slam Dunk layak mendapat predikat sebagai manga olah raga terbaik sepanjang masa. Kalo kata kalian gimana ?

 

AKU JENIUS !

-Hanamichi Sakuragi-

h1

My Top 5 Favorite Turnover: From Shuda to Darth Vader

July 4, 2012

WARNING

SPOILER ALERT !

Di tulisan ini, bakal ada banyak spoiler dari cerita: Rave (Manga/Anime), Slam Dunk (Manga/Anime), Naruto (Manga/Anime), Dragon Ball (Manga/Anime), Star Wars (Various Media),

READ IT WITH YOUR OWN RISK !

So, dalam posting kali ini, saya bakal ceritain tentang 5 ‘turnover’ favorit saya dalam cerita2 fiksi. Urutan 1-5 nya penting. Pokoknya nomer 1 yang paling saya suka deh, tapi sorry di list di atas ngacak, gak apa2 lah yeah~

5. Shuda, Julius, Let (Rave)

Shuda, Julius dan Let pada awalnya adalah musuh dari Haru Glory, tokoh utama dalam cerita Rave. Dalam cerita ini, Mereka bertiga merupakan anak buah dari ‘KING’, pemimpin Demoncard sekaligus musuh utama pada awal cerita anime ini. Di antara mereka bertiga, yang pertama kali bertemu dengan Haru adalah Shuda, sebagai seorang jenderal dari Oracion Seis (6 Jenderal Demon Card). Shuda bertarung dengan Haru hingga akhirnya ia hampir terjatuh dari ‘arena tembus pandang’ yang digunakan untuk bertarung. Ketika itu Haru bukannya membunuh Shuda, tetapi malah menolongnya. Di sinilah pikiran Shuda terbuka dan ia meninggalkan Demoncard. Setelah meninggalkan Demoncard, Shuda bertemu dengan teman lamanya, Gale Glory yang sekaligus ayah dari Haru, ketika mereka akan mulai berduel (dalam konteks rival), Gale malah menangis dan memberikan pedang Sakura Langit nya kepada Shuda. Sejak saat itulah Shuda bersumpah akan melindungi Haru, demi janjinya kepada Gale.

Berbeda dengan Shuda, Julius dan Let bergabung dengan Haru karena alasan yang sederhana. Julius suka yang indah-indah, dan dia berpendapat bahwa Haru dan kawan2nya itu indah, dan Let bergabung dengan Haru karena tidak ada lagi tempat untuknya setelah Haru dan kawan2nya menghancurkan Demon Tower, sebuah tempat yang awalnya dijaga Let.

Dalam kisah ini, ketiga orang ini menjadi karakter favorit saya. Dari mereka yang tadinya berdarah dingin dan bisa membunuh orang dengan mudah, menjadi 3 karakter bodoh yang sangat menghibur, tetapi tetap dapat diandalkan. Untungnya, dari ketiga karakter ini tidak ada yang mati. Membuat Rave menjadi salah satu manga favorit saya 😀

Image

ki-ka: Shuda, Let, Julius

4. Itachi Uchiha

Itachi Uchiha adalah salah satu musuh utama dalam serial Naruto (pada awalnya). Ia adalah kakak dari Sasuke Uchiha. Pada awalnya, Sasuke hidup dengan membawa dendam yang mendalam terhadap Itachi. Sasuke mengetahui bahwa Itachi adalah orang yang membunuh semua anggota klan-nya, termasuk ayah dan ibunya. Itachi ternyata bergabung dengan sebuah organisasi ninja yang bertujuan untuk mengacaukan negara-negara di dunia Naruto bernama Akatsuki. Dalam tiap pertemuannya dengan Itachi Uchiha, Sasuke selalu berhasil dikalahkan. Namun seiring dengan bertambah kuatnya Sasuke dibawah latihan Orochimaru dan ‘Madara’ Uchiha, Sasuke mampu mengalahkan Itachi. Di saat itu juga lah, Sasuke akhirnya mengetahui alasan mengapa Itachi membantai semua anggota klannya. Ternyata, Itachi melakukan itu demi desa konoha, karena ayah mereka, Fugaku Uchiha, atas nama klan Uchiha berencana melakukan kudeta terhadap Konoha. Itachi yang ketika itu menjadi double agent, akhirnya memilih untuk mengahncurkan klannya SEKALIGUS menyelamatkan adiknya, Sasuke Uchiha.

Setelah kematian pertama Itachi di tangan Sasuke, Itachi dibangkitkan kembali oleh Kabuto. Di saat itulah Itachi menurunkan beberapa ilmunya dan kisah pembantaian klan Uchiha yang sebenarnya. Pada akhirnya Itachi pun mati dengan tersenyum.

Bagi saya, Itachi adalah seorang tragic hero dalam artian yang sebenarnya. Ia rela mengorbankan apapun demi adiknya. Well, what a brother eh ?

Itachi Uchiha

3. Hisashi Mitsui

Mungkin karakter yang satu ini terlalu jauh apabila dibandingkan dengan karakter lainnya di dalam list ini. Namun, sebuah manga yang bercerita tentang basket juga termasuk fantasi kan ? tidak nyata ? imajinatif ? :D. Oke, Hisashi Mitsui pada awal kemunculannya di manga Slam Dunk digambarkan sebagai seorang berandalan yang memiliki dendam terhadap salah satu pemain dari klub basket SMU Shohoku, Ryota Miyagi. Dalam sebuah perkelahian, Miyagi berhasil menrontokkan gigi Mitsui, Walaupun pada akhirnya keduanya harus dilarikan ke rumah sakit, ternyata Mitsui tidak puas, ia kembali datang untuk balas dendam. Pada awalnya Mitsui datang dengan beberapa temannya yang brandalan untuk mengacak-ngacak tim basket Shohoku. Namun, seiring berjalannya cerita ini, akhirnya terkuat kalau Mitsui adalah mantan pemain basket SMU Shohoku yang pada awal kehadirannya dianggap jenius. Namun karena cedera, ia terpaksa berhenti dari klub basket dan menjadi berandalan. Namun pada akhirnya, pertemuannya dengan pak pelatih Anzai membuatnya menyadari bahwa ia sangat menyukai basket. Ia pun kembali ke klub basket Shohoku dan menjadi ace shooter di klub tersebut. Masa lalunya dan caranya melupakan masa lalu, membuat saya menjadikan Hisashi Mitsui menjadi karakter favorit saya di serial ini 😀

Hisashi Mitsui

2. Vegeta

Vegeta atau Bezita, adalah salah satu karakter yang menurut saya paling epic dalam dunia manga. Vegeta adalah pangeran dari planet Saiya dan merupakan orang Saiya murni yang tersisa di dunia Dragon Ball selain Goku setelah kematian Nappa dan Raditz. Pada awalnya, Vegeta adalah orang yang sangat ambisius dan tidak mau kalah. Ia ingin memperbudak manusia bumi dan menunjukkan dominasinya sebagai bangsa yang unggul. Namun, ketika mencoba membuat ambisi itu menjadi nyata, ia malah dikalahkan oleh Kakarot alias Son Goku, seorang manusia Saiya yang hidup dan dibesarkan di bumi. Vegeta adalah contoh karakter seorang pangeran yang egois. Namun, seiring berjalannya waktu ia berubah menjadi seorang karakter yang bisa juga mementingkan orang lain. Pada awalnya, ia hanya mementingkan Trunks, anak satu-satunya. Namun, lama kelamaan, ia menjadi protektif terhadap istrinya Bulma, bahkan ia pun ikut peduli tentang nasib bumi, dan teman seperjuangannya seperti Piccolo dan Goku. Pada akhirnya, ia bisa menerima fakta bahwa kekuatannya ada di bawah Son Goku dan ia rela melakukan apa saja untuk menebus dosa-dosanya kepada bumi dan penghuninya.

Vegeta

1. Darth Vader

dan akhirnya sampai pada karakter terakhir untuk tulisan kali ini: Darth Vader. Darth Vader adalah seorang Sith Lord yang juga murid dan pengikut setia sang penguasa galaksi, Darth Sidious. Vader adalah seorang pemimpin yang tiran dan tidak segan membunuh anak buahnya apabila mereka melakukan kesalahan. Ia pun tidak segan untuk menyerang anak kandungnya, Luke Skywalker demi kepentingan sang penguasa, Darth Sidious. Vader pada awalnya adalah seorang Jedi bernama Anakin Skywalker. Sebagai Anakin, ia diramalkan akan menjadi seorang Jedi yang membawa keseimbangan pada the Force. Namun, ramalan itu meleset (pada awalnya). Karena hasutan Chancellor Palpatine aka Darth Sidious, Vader berubah menjadi seorang Sith Lord. Selama ia menjadi Sith Lord, ia menghancurkan jedi-jedi yang tersisa. Ini ditujukan agar tidak ada yang bisa mengganggu Darth Sidious untuk menguasai Galaksi. Namun, Vader melakukan beberapa kesalahan. Ia membiarkan mantan gurunya, Obi Wan Kenobi hidup, dan Obi Wan pun berhasil menyelamatkan anak dari Anakin Skywalker: Luke Skywalker dan Leia Organa. Dalam pertempuran di Death Star II, Luke berhasil mengalahkan ayahnya dalam sebuah duel Lightsaber. Namun, duel ini diganggu oleh kehadiran Sidious yang menyerang Luke dengan Force Lightning.  Pada saat inilah, Vader kembali menjadi Anakin Skywalker, seorang jedi dan memutuskan untuk mengakhiri kekaisaran the Empire, dengan menolong Luke dan membunuh Darth Sidious, membuatnya memenuhi ramalan kuno, di mana ia berhasil membawa stabilitas untuk the Force. 

Banyak yang tidak bisa menebak ending akhir dari Star Wars ini. Sayapun demikian. Ketika pertama kali menonton film ini, saya hanya bisa menganga menyaksikan Darth Vader melempar Darth Sidous ke dalam sebuah lubang energi di Death Star II. Turnover dari baik ke jahat, lalu ke baik lagi membuat Vader menjadi nomor 1 dalam list ini 😀

Darth Vader

h1

Spain vs Italy: A Brief Overview of UEFA EURO 2012 Final

July 2, 2012

Akhirnya, event sepak bola tahunan ke-4 terseru di dunia versi saya; setelah Piala Dunia, Apapun Turnamen Yang Diikuti Indonesia dan Liga Champions Eropa berakhir. Sayang sekali sih akhir pertandingan ini termasuk anti-klimaks. Banyak yang menganggap pertandingan final ini bakal berjalan seru; Spanyol yang jago menyerang dan Italia yang jago bertahan, namun, Tuhan berkata lain, Spanyol meluluhlantahkan Italia dengan skor telak 4-0; sebuah skor yang nampaknya tidak pantas menjadi hasil akhir sebuah turnamen besar.

Kehancuran Italia dimulai dari pemilihan line-up dari Prandelli (eh anyway, ini cuma analisis dari penggemar sepak bola biasa yes); ada nama Giorgio Chiellini di situ. Chiellini memang salah satu bek terbaik di dunia, mungkin dia yang terbaik di Italia. Kenapa memasang Giorgio Chiellini menjadi sebuah kesalahan  Well, sejago-jagonya Chiellini, dia juga manusia, bisa CEDERA. Yak, cedera. Inilah masalah Chiellini dalam turnamen Euro kali ini. Chiellini memang sudah berkutat dengan cedera dari awal turnamen. Sebenarnya ia sempat diragukan, tempatnya nyaris digantikan oleh bek muda Internazionale, Andrea Ranocchia, namun pada akhirnya Prandelli memilih untuk tetap memasukkan Chiellini. Di tengah-tengah turnamen, Chiellini tidak bermain ketika melawan Inggris karena cedera. Lalu ia bermain kembali ketika melawan Jerman, dengan posisi sebagai bek kiri; sebuah posisi yang mengharuskan pemain memiliki work rate yang jauh lebih tinggi daripada bek tengah, karena ia harus berpartisipasi dalam awal penyerangan. Menjaga pergerakan Toni Kroos dan Marco Reus nampaknya memberi beban lebih bagi lutut Chiellini yang memang bermasalah di awal permainan; lalu di pertandingan melawan Spanyol, di 21 menit awal, ia harus berhadapan dengan bek agresif Spanyol Alvaro Arbeloa. Ia hanya bertahan selama 21 menit, sebelum akhirnya digantikan oleh Federico Balzaretti. Di sini, Italia kehilangan 1 bek terbaiknya sekaligus 1 hak untuk pergantian pemain.

Spanyol berhasil mencetak gol pertama lewat tandukan David Silva di menit ke-14, setelah pertahanan kiri Italia yang dijaga Chiellini berhasil diobrak-abrik oleh Cesc Fabregas yang sedang on fire. Sebuah crossing dari false 9 FC Barcelona, berhasil ditanduk oleh Fantasista dari Manchester City; 1-0 untuk Spanyol. Derita Italia bertambah ketika di menit 41, Jordi Alba berhasil memasukkan umpan terobosan beracun dari rekan barunya di level klub, Xavi Hernandez. Babak pertama berakhir dengan kedudukan 2-0 Spanyol.

Di awal babak kedua, Prandelli (menurut hemat saya sebagai penggemar sepak bola yang rajin mengikuti sepak bola Itali dan Liga Champions) melakukan kesalahan keduanya; ia menggantikan seorang kreator serangan Italia yang  menghasilkan banyak assist baik dalam turnamen ini atau bersama tim-nya AC Milan, Antonio Cassano, dengan top scorer Serie A 2 kali berturut-turut (2008-2009, 2009-2010), Antonio Di Natale. Bagi saya, keputusan Prandelli ini terlalu terburu-buru, melihat kapabilitas Cassano sebagai pengumpan jauh lebih baik dari Di Natale, juga mengingat performa Di Natale yang gagal menyelesaikan peluang 1 on 1 di pertandingan sebelumnya melawan Jerman. Sebenarnya Cassano dan Balotelli beberapa kali mengancam gawang Spanyol, sebenarnya, menurut saya, hanya butuh waktu saja sebelum kombinasi Cassano dan Balotelli berhasil merobek gawang Spanyol, dan di sini juga kreator penyerangan Italia hanya tersisa 2 orang: Riccardo Montolivo dan Andrea Pirlo. Pada akhirnya pun Di Natale gagal menyelesaikan peluang 1 on 1 yang (kembali, menurut pendapat saya) cukup mudah.

Akhirnya, pada menit ke-56, ini adalah kesalahan ketiga dan paling FATAL dari Prandelli. Prandelli menarik Montolivo keluar untuk digantikan dengan Thiago Motta. Menurut saya ada beberapa poin kesalah Prandelli di sini. 1) Menggantikan seorang gelandang kreatif dengan gelandang bertahan dalam kondisi sedang tertinggal 2 angka. 2) Menggantikan Montolivo yang sedang dalam performa yang baik, dengan Thiago Motta yang kondisi kebugarannya diragukan karena cedera. 3) Menggunakan pergantian pemain yang terakhir dalam waktu yang terlalu terburu-buru. Mungkin Prandelli melihat, dari segi serangan, Di Natale dan Balotelli, dibantu oleh Marchisio, De Rossi dan Pirlo sudah cukup untuk menggempur pertahanan Spanyol, sehingga masuknya Thiago Motta akan membantu pertahanan mereka.

Namun sial bagi Italia, Motta, pejudi nekad, Montolivo, saya dan fans Italia lainnya, nampaknya otot paha Thiago Motta tertarik di menit ke-4 ia bermain, sehingga ia harus ditandu keluar lapangan. Dengan hanya 10 pemain karena jatah pergantian pemain sudah habis, maka di situ juga lah banyak yang berpendapat (termasuk saya) kisah manis Italia di Euro 2012 berakhir. Kisah manis ini berubah pahit ketika pada akhirnya Spanyol mematahkan berbagai macam mitos sepak bola Eropa dengan 2 gol dari Fernando Torres dan Juan Mata, sekaligus menghancurkan impian Italia menjadi kampiun Eropa 2012.

Perjuangan Italia di Euro 2012 kali ini sangat patut diapresiasi. Dengan pelatih baru Cesare Prandelli, pemain-pemain muda di skuad Italia seperti Mario Balotelli dan Leandro Bonucci, hingga pemain tua yang baru dapat kesempatan masuk tim nasional seperti Alessandro Diamanti dan Emanuele Giaccherini juga pemain dari Serie B, Angelo Ogbonna (walaupun akhirnya tidak bermain semenit pun), Italia mampu mencapai final dengan mengalahkan 2 tim kuat di perempat final dan semi final; Inggris dan Jerman. Tidak ada yang mengira kalau Italia akan mampu mengalahkan dua tim tadi. Dengan gaya permainan baru yang jauh dari stereotipe catenaccio, Italia hadir dengan menyuguhkan gaya permainan yang sangat atraktif, yang menurut saya, nomor 2 terbaik setelah tiki-taka dari Spanyol.

So that’s it for Italy, Spain and Euro 2012. Sebenarnya saya sendiri mendukung Belanda sebagai ‘tim utama’ di Euro 2012 ini, dan Italia sebagai ‘tim cadangan’. Namun perjalanan Belanda harus hancur lebur di fase grup (gak usah dibahas lah yah). So, sekarang saatnya kembali ke liga reguler ! Persib di ISL, AC Milan di Serie A, Barca di Liga BBVA dan Everton di Barclays Premiere League; sampai jumpa Forza Italia dan Hup Holland Hup, selamat datang kembali Persib nu aing, Forza Milan, Visca Barca dan Come On You Blues !!

“No striker I’ve been teammates with compares to playing alongside Antonio Cassano. He just brings me to another level.”

-Mario Balotelli on Antonio Cassano-