h1

Game Review: Captain Tsubasa, Aratanaru Densetsu Joushou

August 7, 2012

Halo, saya sudah kembali lagi, hu ha ha.. kemaren2 sempet mandek update blog karena banyak baca buku buat ngerjain skripsi. naah, sekarang skripsinya belom beres (LOH ?!) saya update blog lagi aja deh daripada bosen..

Kali ini, saya mau coba tambah-tambah bahasan baru di blog ini. Tentunya masih sejalan dengan salah satu hobi saya: nge game !! Yak, saya bakal coba ngebahas beberapa game-game baik baru maupun lawas di blog ini. Untuk kesempatan kali ini, saya berikan kepada salah satu game sepak bola yang paling saya sukai sepanjang masa: Captain Tsubasa, Aratanaru Densetsu Joushou.

Menurut saya, ini adalah game strategi sepak bola yang paling seru yang pernah saya mainkan. Karena game strategi sepak bola sendiri sangat minim, malah mungkin gak ada selain game ini (CMIIW). FM ? well, FM bagi saya bukan strategi, tapi lebih ke simulasi, semacam the Sims lah itu mah, karena kita terlibat dengan semua-semuanya, dari manajemen tim, sampai masalah transfer.

Oke, mungkin banyak dari pembaca blog ini yang dulu kena virus Kapten Tsubasa. Yakinlah, karena anime ajaib ini diputer tiap sore di TV Swasta yang dulu namanya masih TV7. Ceritanya sendiri sederhana dan tipikal komik shonen, tentang perjuangan seorang bocah gila bola dalam menjalani hidupnya sebagai pemain sepak bola. Yang unik (dan lebay) adalah ketika pemain-pemainnya punya jurus masing2 yang di luar akal sehat.

Well, Captain Tsubasa sendiri merupakan salah satu franchise komik yang paling sukses di dunia. Konon, pemain sepak  bola hebat seperti Zinedine Zidane, Andres Iniesta dan Alessandro Del Piero pun suka membaca manga yang dikenal dengan Oliver and Benji di Eropa ini. Sebagai franchise yang sukses, tentunya kisah Captain Tsubasa tidak berhenti di manga saja, tapi juga muncul anime dan game nya.

Di game Captain Tsubasa, Aratanaru Densetsu Joushou (selanjutnya disingkat jadi CTADJ ajah), kita bermain sebagai tim nasional Jepang yang sedang mengikuti turnamen piala dunia U-17 (kalau mengikut ke manga nya). Dalam game ini, Timnas Jepang bertemu dengan beberapa lawan kuat seperti Thailand, China, Swedia, Arab Saudi, Uruguay dan Brazil (walaupun kalau di manga nya Jepang sempat bertemu Italia, tapi hanya sedikit diceritakan, karena pemain utama mereka, Gino Hernandez dan Salvatore Gentile cedera parah setelah dihajar oleh ‘Levin Shot’).

Yang harus kita lakukan dalam game ini sendiri sebenarnya sangat mudah, kita hanya harus memilih rute-rute operan atau dribble untuk menembus pertahanan lawan. Kita juga harus menentukan pilihan saat akan menendang dan mengoper bola, juga saat bertahan dan menghadapi tendangan lawan. Sederhana saja. Namun yang seru, di game ini juga kita dituntut untuk menggunakan pemain-pemain kita secara maksimal. Tepatnya, menggunakan ‘jurus super’ masing-masing pemain. Makoto Soda misalnya. Defender yang dikenal garang ini memiliki jurus seperti Kamisori (razor) pass, kamisori shoot juga kamisori tackle. Dalam permainan, ketika lawan memutuskan untuk menggunakan dribble untuk menembus pertahanan kita, dan kebetulan lawan tersebut berhadapan dengan Soda, kita bisa menggunakan kamisori tackle menghetikan dribble lawan. Keuntungannya dengan menggunakan Kamisori tackle adalah, chance untuk merebut bola jauh lebih tinggi, namun untuk menggunakannya, kita butuh semacam special gauge untuk menggunakannya.

Jurus2 lain juga berlaku untuk kondisi lainnya, ketika intercept misalnya, kita bisa menggunakan overhead clearance nya Misugi Jun atau Power Defense nya Hiroshi Jido. Ketika dribble, kita bisa menggunakan Aurora Feint nya Tsubasa atau Feint siku-siku nya Aoi Shingo. Serta ketika menembak bola, kita bisa menggunakan Drive Shoot Tsubasa atau Raiju Shoot dari Hyuga. Bahkan kita juga bisa melakukan kombo-kombo tertentu, seperti Gemini Pass dan Skylove Hurricane dari Tachibana Bersaudara, Twin Shoot Tsubasa dan Misaki, Eagle-Raiju Shoot Matsuyama dan Hyuuga dan… Wah, banyak deh !

Berbicara tentang kekurangan dan kelebihan.. Kekurangannya dulu deh… Kekurangan dari game ini hanya 1, jalan ceritanya yang terlalu pendek, dan lawan yang terlalu sedikit. Di game ini kita tidak bertemu dengan Italia dengan Gino Hernandez nya dan Belanda dengan Brian Cruyff nya, padahal, di manga nya, mereka digambarkan sebagai tim yang cukup kuat (walaupun tidak panjang diceritakannya karena pemain2 utamanya yang cedera). Selain itu, dalam menentukan formasi pun sangat kaku dan terbatas. Setiap pemain hanya punya satu posisi, sehingga tidak mungkin memainkan Misaki Taro dan Aoi Shingo secara bersamaan, akrena mereka sama2 berposisi di CAM. Ah yaa, dan kekurangan lainnya adalah kendala bahasa.. Karena game ini full berbahasa Jepang, agak sulit untuk memainkannya apabila tidak bisa berbahasa Jepang. Untuk enjoy game ini, minimal pernah baca komikna dan tahu dasar-dasar huruf kanji.. cukup deh..

Sedangkan kelebihannya adalah, ada di jumlah karakter timnas Jepangnya sendiri yang sangat banyak.. Dari Wakabayashi sampai Kazuki Sorimachi, partner Hyuga di SMU Toho. Selain itu, grafik yang oke dan ditunjang dengan animasi yang sederhana namun dengan art yang sangat mendekati komiknya juga jadi kelebihan dari game ini. Gameplaynya yang simple juga memungkinkan kita untuk memainkan game ini dengan skill Bahasa Jepang yang pas-pasan..

akhir kata, game ini saya beri nilai 8.5/10 !

berikut adalah beberapa screenshot dari game ini:

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: