h1

Oh ! It’s good, to be an Evertonian !

August 8, 2012

And it’s a Grand Old Team to play for, 
And it’s a Grand Old team to support, 
And if you know your history, 
It’s enough to make your heart go worrrrrrrrr, 
We don’t care what the Red sh*te say, 
What the f*ck do we care ? 
Because we always know, 
That there’s gonna be a show, 
When the Everton boys are there ! 
Everton !!! Everton !!! Everton !!! Everton !!!

Potongan lirik di atas adalah sepotong chant dari salah satu klub Liga Inggris kesukaan saya, Everton. Yak ! Dalam postingan kali ini, saya akan membahas tentang diri saya dan Everton !

Hmm, mulai dari mana ya ? Oke, gini aja, dari bagaimana saya memposisikan diri saya di sepak bola Eropa. Saya adalah seorang fans sepak bola yang awalnya mengidolakan AC Milan di sepak bola Eropa. Kenapa Milan ? Dulu ketika masih di SD, Liga Serie A Italia adalah liga Eropa yang paling sering saya tonton, jauh lebih sering daripada Liga Inggris. Saya sendiri lupa alasan pastinya, tapi yang pasti, dulu saya menyukai banyak tim dari Serie A. Parma misalnya, dulu saya suka Parma karena ada duo maut Fabio Cannavaro dan Gianluigi Buffon. Di masa yang sama juga saya suka dengan Lazio dengan Alessandro Nesta nya. Juventus ? Well, Alessandro Del Piero dan Filipo Inzaghi menjadi duet striker favorit saya waktu itu. Hahahah, sangat tidak berpendirian yah ? tentu saja, waktu itu saya masih SD gitu 😀 Hingga akhirnya saya jatuh cinta dengan AC Milan beserta Paolo Maldini dan Alessandro Costacurta di dalamnya.

Waktu pun terus berjalan, sepak bola terus berkembang, demikian juga saya. Di Indonesia, sepak bola makin populer. Makin banyak Liga Eropa yang disiarkan di sini. Bahkan Liga Eropa yang agak kurang dilirik seperti Ligue 1 Perancis atau Eredivise Belanda dan Bundesliga Jerman sempat disiarkan di sini. Begitu juga dengan La Liga yang dulu belum terlalu populer. Dengan makin banyaknya liga yang disiarkan, dan makin luasnya pergaulan, lingkungan saya semacam mengharuskan saya untuk memilih setidaknya 1 tim di setiap liga-liga besar Eropa. Well, akhirnya saya memilih AC Milan untuk Liga Italia, Barcelona untuk Liga Spanyol dan Everton untuk Liga Inggris. Bagi saya, 3 liga ini adalah liga Eropa yang paling seru untuk diikuti. Oke, kurang lebih begitulah posisi saya dengan sepak bola Eropa.

Pada awalnya saya suka Chelsea di Liga Inggris. Tapi bukan Chelsea yang sekarang sudah bergelimang harta, tetapi Chelsea yang masih dimotori oleh penyerang gahar, Gianfranco Zola :D. Setelah masuknya Abramovic, saya jadi malas mendukung Chelsea jadi yaa.. yasudah, saya memilih untuk tidak mendukung tim apapun sampai akhirnya bertemu dengan Everton. Nah, kenapa Everton ? Mudah saja, alasannya sama dengan kenapa saya memilih Milan dan Barcelona di liganya masing-masing, karena ada pemain yang sangat saya sukai gaya permainannya di tim tersebut. Seperti yang sudah disebutkan, di AC Milan, saya mengidolai  Maldini dan Costacurta, di Barcelona, saya mengidolai Lionel Messi, bukan karena ia Messiah atau apapun itu, tapi karena ia adalah striker tim nasional Argentina, tim nasional kedua saya setelah Indonesia 😀 (bukan berarti saya ada keturunan, tapi yaa, emang dari dulu suka tim nasional Argentina).

Perkenalan saya dengan Everton sebenarnya sudah lama. Tetapi, saya mulai mengikuti Everton sejak kurang lebih 2-3 musim. Diawali ketika saya menonton pertandingan antara Everton melawan Manchester United (FYI, saya hampir selalu menonton semua pertandingan MU karena adik saya adalah penggemar MU sejati, jadi mau ga mau harus ikut nonton di depan TV). Di pertandingan itu, saya melihat gol dari Diniyar Bilyaletdinov. Di situ lah saya mulai menyukai Everton. Walaupun akhirnya di pertandingan itu Everton kalah, (kalo gak salah 2-1, dan gol MU terakhir di sekitar menit 80an gitu, CMIIW) tapi saya benar-benar menikmati penampilan anak-anak asuh dari David Moyes pada waktu itu.

Setelah itu, saya selalu mengikuti perkembangan-perkembangan Everton. Saya mulai menyukai gaya permainan Leighton Baines yang impulsif dan permainan Phil Jagielka. Kedua inti pertahanan Everton ini selalu membuat saya kagum. Dari dulu, saya selalu suka dengan defender-defender cerdas seperti Jags dan Bainesy, mungkin karena ketika dulu masih suka bermain bola, saya juga berposisi sebagai defender, hehe. Jags mampu membaca permainan lawan dengan baik, juga tipe defender yang berani mati. Sedangkan Bainesy, adalah tipe bek sayap yang sering membantu serangan dengan crossing crossing yang akurat, tapi juga rajin untuk kembali bertahan, ditambah lagi dengan set piece free kick nya yang mematikan.

Lalu, saya menemukan lagi pemain yang saya sukai gaya bermainnya. Kali ini muncul dari lapangan tengah, Jack Rodwell. Rodwell adalah seorang gelandang bertahan yang impulsif, mungkin kalau kata media sepak bola nasional mah, tipe gelandang pengangkut air, hahaha, tapi saya lebih senang menyebutnya tipe gelandang penjelajah. Gaya bermainnya yang impulsif dan rajin mengejar bola serta memberi umpan bagus ke barisan depan membuat saya menyukai dia. Namun, ia memiliki kelemahan-kelemahan yang mungkin dimiliki kebanyakan pemain muda, seperti faktor emosi. Rodwell juga belum memiliki tekel yang akurat, sehingga kartu kuning dan kartu merah adalah ancaman setiap kali ia bermain. Rodwell sebenarnya diberi kesempatan bersinar di Olimpiade 2012, namun sayang, karena cedera, ia gagal bermain untuk skuad sepak bola pria Britania Raya.

Well, begitulah awal saya berkenalan dengan Everton. Setelah mengenal dan mendukung Everton lebih dalam, ternyata, mendukung klub dengan status ‘medioker’ itu asik juga. Tensi nya tiap nonton lebih terasa. Daripada menonton Barcelona yang sudah hampir pasti menang di setiap pertandingannya, melihat perjuangan pemain-pemain Everton untuk menang jauh lebih menarik. Emosinya lebih terasa, dan juga ada pride tersendiri ketika saya bisa memilih untuk mendukung Everton tanpa paksaan dari pihak manapun (naonnn).

Oh iya, mungkin ada yang bertanya-tanya, kalau memang suka dengan Everton, kenapa tidak gabung dengan fans club nya ? Hemm, untuk sekarang mungkin belum, jujur saja, sudah belasan tahun saya ngefans dengan Milan pun saya belum pernah sekalipun join fans club mereka. Ah, jangankan Milan, Persib, yang jelas-jelas saya dukung, dan berada di tempat saya lahir dan tinggal, fans club nya pun tidak saya ikuti, jujur, ini karena saya orangnya memang agak malas untuk berkomunitas. Tapi, melihat organisasional fans club Everton Indonesia (IndoEvertonian), nampaknya saya tertarik untuk bergabung, yah, kita lihat saja nanti 🙂

Well, that’s it, it’s fun to be another blue from another country, another city, with another culture. Now I have two blues in my heart, the one that called the ‘Maung Bandung’ and the other called ‘the Toffees’, it’s nice to a part of both 🙂 and always remember, once a blue will always a blue ! COME ON YOU BLUE !!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: