h1

2013: A Review

December 27, 2013

Wah, gak kerasa udah akhir tahun lagi. Waktunya melihat kembali, apa saja yang sudah terjadi di tahun 2013 pada hidup saya. Secara keseluruhan, hmmm, menyenangkan. Ah, saya tak pernah mengalami tahun yang tidak menyenangkan. Karena saya selalu dikelilingi oleh orang-orang ajaib yang selalu membuat keseharian saya setidaknya biasa-biasa saja, tidak menyedihkan.

Sebenarnya banyak sekali yang terjadi di tahun 2013, tapi mungkin agar lebih fokus, saya buat menjadi list saja mungkin ya ? 5 cukup ? cukup lah, standar itu.

1.       Sidang dan Gelar Sarjana

3 Januari 2013 adalah hari bersejarah bagi saya. Di hari itu, saya berhak menyandang suatu nama baru diujung nama saya. S. H.Int. Sarjana Hubungan Internasional. Iya. Akhirnya saya lulus kuliah. Memang saya telat lulus sih, tapi, rasa-rasanya pas wisuda, BANYAK sekali teman seangkatan yang wisuda bersama-sama, jadiii, mungkin bisa dibilang, saya telat seangkatan, bwahahha.. Kalau mau tau ceritanya, tunggu part 3 dari trilogi HI Unpad di blog ini. Gelar baru, tanggung jawab baru tentunya. Tanggung jawab seperti apa saya juga belum tahu, tapi mungkin, berbicara hak, sekarang saya sudah bisa menjadi narasumber atau apa ? entahlah, letak tanggung jawab saya mungkin ada di situ nanti, menjadi narasumber yang sebenar-benarnya narasumber. Narasumber apa ? gak tau. Menyenangkan sih akhirnya punya gelar sarjana, tapi harganya mahal. Saya harus mengucapkan selamat tinggal kepada teman-teman dekat saya semasa kuliah, terutama mereka para perantau yang harus meninggalkan kota Bandung. Berat sih, tapi ya gimana ? Life goes on yah Ay, Nat, Dew ?

2.       Gagal S2 di Jepang

Ini titik tersulit yang harus saya lewati di 2013. Saya sudah banyak bercerita ke orang-orang bahwa saya akan mencoba peruntungan saya untuk S2 di Jepang. Awalnya, saya mencoba program Monbukagakusho untuk mendapatkan beasiswa di Ritsumeikan dan mengambil Master of International Relations. Kenapa Jepang ? karena saya suka Jepang, dan sepertinya, salah satu konsep yang saya sukai di HI, softpower, cukup dipandang di universitas sana. Namun, ternyata saya gagal mendapat beasiswa tersebut. Mungkin memang belum waktunya. Ah iya, sebenarnya ayah saya pada awalnya mau membiayai saya, namun, beliau sempat beberapa kali masuk rumah sakit. Sebagai anak yang waras, rasanya sulit merepotkan terus orang tua, apalagi dengan sesuatu yang tidak mudah, hanya untuk obsesi pribadi saja. Sepertinya, jika saya memaksa pergi dengan situasi seperti ini pun ibu dan ayah saya akan sedih, jadi yah, saya memutuskan untuk S2 di Indonesia dulu saja lah. Mungkin lebih baik apabila saya mencoba di Universitas Indonesia, mengambil Japanese Studies, sambil menemani ayah saya yang tinggal sendirian di Jakarta. Not a bad choice I guess, it was hard, but I’m pretty sure it will be worth it

3.       Ke Jepang (lagi) !

Agustus 2013 saya berkesempatan untuk ke Jepang lagi. Yohoooyyy. Ini berkaitan sama nomor 2 sebenarnya. Karena batal meneruskan kuliah di Jepang, jadi ayah saya menghadiahkan saya perjalanan 3 hari ke Jepang bersama adik dan ibu (karena ayah saya sendiri sibuk) sebagai hadiah kelulusan. Yang lebih mengejutkan lagi, ayah saya mengizinkan saya untuk berkeliling Tokyo sendirian, berpisah dari rombongan !! WOOHHH !!! INI LUAR BIASA !!! Karena di Bandung saja, kadang untuk keluar bersama teman-teman, izinnya agak ribet, naah, kali ini saya boleh berkeliling Tokyo sendirian ! WOHOOOO !!! Walaupun akhirnya saya berkeliling dengan adik saya yang ingin mencari efek gitar, tapi saya puas. Saya bisa berkunjung ke ‘Mekkah’ nya para penggemar gundam. THE GRAND GUNDAM OF ODAIBA. RX-78-2  in 1/1 scale, MEGA GIGA SOMETHING. Sebenarnya, dengan modal nekad dan tega (meninggalkan adik saya sendirian, menyuruh dia mencari efek sendirian) saya bisa saja menonton AKB48 (!!!!!) di Diver City Plaza Odaiba, tapi, yah, mungkin lain kali lah, kasihan kalau adik saya tersasar di sana. Overall, walaupun Cuma 3 hari, perjalanannya menyenangkan, banyak pengalaman dan ilmu baru yang saya dapat di sana, bertemu dengan supir taxi yang rada edan, mantan pembalap (!), membicarakan tentang masa lalu dan masa depan.

4.       GTA V, the Last of Us, Pokemon X/Y, Gran Turismo 6, Shin Megami Tensei IV

Yap, 2013 adalah tahun yang dipenuhi oleh game-game yang istimewa. Game-game di atas adalah game-game yang bagi saya mengisi hari-hari menganggur saya dengan luar biasa. Semuanya berhasil membuat waktu yang semestinya saya buang dengan percuma, jadi saya buang dengan yaah, sedikit mempelajari budaya-budaya baru. Semenjak saya belajar studi budaya di kuliah, saya tidak pernah lagi melihat sesuatu hal dengan makna denotatifnya saja, saya jadi selalu melihat segala sesuatunya dengan makna konotatifnya juga. Dalam banyak video game yang sudah saya sebut, banyak sekali hal baru yang saya temukan. Mungkin suatu saat akan saya tulis dengan cara ilmiah, tapi nantilah, belum terlalu kepikiran. Secara keseluruhan, 2013 adalah tahun yang sangat baik untuk dunia video game, ditambah dengan lahirnya Playstation 4 dan XBOX One, yang menandai babak baru di dunia video game, yang makin mahal. Ck. Oh ya, dari 5 game yang saya sebut itu, saya bisa menarik ‘hikmah’ sebagai berikut: GTA V: Bahwa sahabat adalah sesuatu yang sangat berharga, harus dijaga. the Last of Us: jangan pernah meremehkan ikatan yang bernama keluarga. Pokemon X/Y: Penantian selama belasan tahun akhirnya terjawab. Ternyata, yang namanya menanti itu kadang adakalanya menyenangkan :). Gran Turismo 6: VW is so goddamn awesome. Shin Megami Tensei IV: Selalu ada pertentangan antara baik dan buruk. Tapi pada akhirnya, semuanya adalah peran. Tidak selamanya protagonis itu baik (malaikat) dan tidak selamanya antagonis itu buruk (setan).

5.       Jatuh Pada Sebuah Pilihan

Kembali ke masalah menentukan pilihan hidup. Pada akhirnya, saya memilih 3 universitas lokal sebagai calon tempat S2 saya. Pilihan itu jatuh pada UNPAD, UNPAR dan UI.  Setelah mempertimbangkan segala sesuatunya, akhirnya ada 2 pilihan akhir, UNPAR atau UI. Kenapa UNPAR atau UI ? jujur, saya butuh suasana baru. Jika saya mengambil S2 di UNPAD, mungkin akan lebih mudah, karena sebelumnya sudah kenal dengan dosen-dosen di sana. Namun, sepertinya bukan itu yang saya mau. Saya tidak mau kemudahan. Apa ya, zona nyaman ? ya, saya ingin keluar dari zona nyaman itu. Jadi saya pilih UNPAR atau UI. Tapi sebenarnya, pilihan akhirnya ada di UI sih, Cuma memang belum ada pengumuman. Jadi yah, saya masih harus menunggu kepastian masa depan saya sampai tanggal 29. Yang memberatkan pilih UI adalah, karena harus di Jakarta, artinya, harus keluar dari Bandung, tapi kembali lagi, keluar dari zona nyaman (walau secara akademis, saya malah masuk ke zona nyaman, di mana Japanese Studies sepertinya adalah bidang keahlian saya, hahaha). Tapi Insya Allah, pilihan saya tidak salah. Ini yang saya mau kok. Bukan demi siapa-siapa. Demi saya sendiri .

Begitulah kiranya tahun 2013 yang saya lewati. Tulisannya tentunya akan bersambung ke preview untuk tahun 2014 nanti. Belum kepikiran sih mau nulis apa, tapi yah, gak akan jauh-jauh dari harapan dan cita-cita lah. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: