h1

Senyum. Itu Tidak Membunuhmu Kan ?

January 9, 2014

Ngobrol santai dan random yok. Bahasa nulisnya juga dibawa santai aja ya. Malas nulis terlalu kaku, karena tulisannya juga tentang sesuatu yang serius tapi santai. Tapi, karena serius tapi santai, sesuatu ini juga malah sering dilupakan sama orang-orang loh. Ini tentang senyum. Simpel kan yah ? Iya, tapi seringkali dilupakan sama orang-orang.

Senyum itu apa sih ? Senyum itu salah satu bentuk ekspresi manusia. Ekspresi yang mudah sebenarnya, tinggal mengangkat kedua ujung bibir sambil agak memicingkan mata, maka kamu sudah membuat sebuah senyuman. Jauh lebih mudah daripada buang air besar. Hahahaha, perbandingannya gitu amat yak ? Yah, tapi memang begitu kok.  Tapi anehnya, mungkin karena terlalu mudah dilakukan, jadi terlalu mudah dilupakan juga kali ya ?.  Jujur, sekarang saya jarang sekali lihat orang tersenyum kepada orang asing.

Bagaimana ya, mungkin kamu akan dianggap gila kalau senyam-senyum sama orang asing. Iya gitu ? Coba cek dulu cerita saya. Ada loh orang asing yang sebenarnya pantas kita senyumin. Siapa ? Pelayan toko, satpam toko, pak ogah, pengamen, ah pokoknya siapapun yang berusaha membuat kontak sama kita deh. Senyum sama mereka gak rugi loh. Toh sedikit-banyak kita dibantu sama mereka. Tugas mereka untuk membantu kita ? Iya memang, tapi intinya, kita dibantu kan ? Mereka (maaf), digaji pas-pasan, kerjaannya capek, gak ada salahnya toh kita senyum dengan mereka ? sedikit mencerahkan hari mereka. Sedikit saja, cukup. Sambil bilang terima kasih, karena sudah dilayani (dengan baik).

Senyum itu murah. Lebih murah daripada duit gopek-an yang kadang suka tertinggal di saku celana, tercuci, lalu hilang. Senyum adalah sedekah. Yah, mungkin. Kamu pernah disenyumin orang asing ? saya pernah. Rasanya bagaimana ? Senang. Bikin orang senang itu menyenangkan.

Saya pernah baca sebuah artikel, tentang orang yang senyam-senyum sama orang asing. Pacarnya pikir dia sudah gila. Tapi ternyata, ketika ditanyakan, jawabannya bikin saya tersenyum juga. Katanya, ia sengaja senyum kepada orang-orang asing yang berpapasan dengannya, karena ia pernah berbicara dengan temannya yang ingin bunuh diri. Alasan si teman orang itu tidak jadi bunuh diri adalah, ketika ia tidak sengaja melihat orang yang berpapasan dengannya tersenyum. Ia sadar bahwa hidupnya tidaklah seburuk itu. Karena kejadian itu lah si orang ini ingin mencoba senyum seharian kepada orang asing yang berpapasan dengannya: Bukannya tidak mungkin ia menyelamatkan nyawa seseorang, hanya dengan senyum.

Senyum juga bikin kita rileks. Entah kenapa. Mungkin kareka kalau pasang muka jutek, lebih banyak otot muka yang ketarik kali yah daripada senyum ? Hahaha. Senyum bikin rileks kalau kita senyum sama orang lain, terus dibales senyum juga. Disenyumin itu bikin sumringah. Terlepas dari siapa yang kasih senyum. Kecuali disenyumin sama psikopat. Itu sih makasih dah.

Nah, dari cersapen (cerita sangat pendek) di atas tadi, senyum itu simpel kan ? Tapi kadang begitulah manusia, terlalu fokus sama hal yang ribet, sampai melupakan hal yang sederhana.. Tapi yaah, pada akhirnya, gak ada salahnya kan kita senyum ? Toh senyum tidak akan membunuh kita, kecuali racun senyumnya Joker, ahahaha.

Btw, alasan lain saya menulis tentang senyum adalah…. karena saya lagi kepincut senyumnya eneng yang satu ini. Lucu amat sih neng senyumnyaaahhh kayak bocaaahhh :3

XRxy2ac

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: