h1

Harga Kawan

February 3, 2014

Berjalan sendiri di jalan sepi

Tak kulihat bulan benderang di langit

Ia sembunyi di balik malam sunyi

Pikiranku berkelahi dengan sengit

 

Mereka bertarung dengan diri mereka sendiri

Mereka tidak tahu siapa yang akan menang

Siapakah yang akhirnya akan berdiri ?

Siapakah yang akhirnya akan dikenang ?

 

Udara malam dingin mencekam

Bagaikan ribuan tatapan orang-orang

Tatapan tajam bagai macan yang siap menerkam

Menghakimi tanpa hati, tanpa tahu memori yang terekam

 

Satu titik di mana pikiran harus menang

Satu titik di mana harus melupakan apa yang dikenang

Satu titik di mana harus memutus benang

Benang yang membelit, menyerang

 

Satu tambah satu memang dua

Satu tambah satu tambah satu jadi tiga

Tapi manusia bukan angka

Satu tambah satu tambah satu bisa jadi dua

 

Hilang satu tak tumbuh seribu

Kepercayaan bukan pahlawan

Ketika mati, ia mati, tak jadi baru

Karena itu, jagalah seorang kawan

 

Cahaya penerang di kala kelam

Bagai lentera api di tengah malam

Menerangi jalan menuju kebahagiaan

Begitulah kiranya engkau kawan

 

Terlalu berharga untuk dibuang

Terlalu mahal jika hanya untuk dikenang

Lebih baik biarkan jiwa terkekang

Daripada membunuh dari belakang….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: