h1

Pengingat Itu Bernama Daun

February 16, 2014

Hei kawan, apakah kau sadar, tentang pengingat manusia yang selalu ada setiap hari ?

Tentang  rasa ingin tahu seekor kucing, yang pada akhirnya menghabisi hidupnya

Atau tentang kepasrahan seekor kerbau, yang pada akhirnya membuatnya diseret ke sana ke mari ?

Atau mungkin, tentang biri-biri tak berdosa yang kulitnya dipakai oleh si Serigala ?

 

Jika kau rasa menyamakan dirimu dengan binatang terlalu rendah, bagaimana dengan tumbuhan ?

Tentang duri si cantik mawar, yang membahayakan orang yang memegangnya

Atau tentang si Melati, yang harum mewangi, namun penuh dengan misteri yang terus bertahan ?

Atau mungkin, tentang si Beringin yang besar, menaungi sekitar, namun hanya bisa diam percuma ?

 

Ah, mungkin terdengar membosankan dan klise, kalau begitu, bagaimana dengan benda langit ?

Tentang mentari yang selalu menyinari bumi setiap hari, tanpa bosan ia selalu siap sedia di sana

Atau tentang si rembulan, yang muncul di tengah malam, menemani mereka yang hatinya sakit ?

Atau mungkin, tentang si bintang, yang bersinar terang, dengan indah, namun sinarnya tidak nyata ?

 

Hmm, ah, mungkin sulit mengamati mereka, mereka tidak ada setiap saat, kalau begitu apa ?

Aku punya jawabannya kawan, namanya daun, ia memang bagian dari tumbuhan, tapi ia berbeda

Ia istimewa, meski hanya bagian kecil dari tumbuhan, ia adalah yang paling lantang dalam bersuara

Ketika ia tertiup angin, ia akan bergemeresak merdu, sedang ranting dan batang diam tak bersuara

 

Ia seakan menjadi pengingat untuk kita, manusia, makhluk yang konon paling mulia

Ketika kita, menjadi sebuah bagian di antara sesama, yang tidak mencolok, tidak mencuat

Sama seperti daun di pohon, ketika terguncang angin masalah, kita harus bersuara paling kuat

Saat kawan atau bahkan pemimpin kita –si ranting dan si batang- diam, kita harus bersuara

 

Daun juga pengingat, tentang bagaimana manusia adalah unik, tak perlu takut untuk berbeda

Kita tidak bisa memakan daun pandan, ia keras, namun, ia bisa menimbulkan rasa yang istimewa

Seakan mengingatkan manusia, bagaimana mereka berbeda satu dengan lainnya, unik

Namun kadang, kita terlena dengan apa kata orang, melupakan diri sendiri, menjadi orang lain. Panik.

 

Daun juga pengingat, tentang bagaimana manusia seharusnya selalu bisa bangkit dari bawah

Pernahkah kau lihat daun teratai ? Rimpangnya berada di dalam lumpur, namun daunya ada di air

Seakan mengingatkan kita, tidak semua manusia berasal dari atas, tidak semua hidup mewah

Namun manusia bisa selalu berusaha, hingga berada di atas, dengan perjuangan tanpa akhir

 

Pada akhirnya, daun pun menjadi pengingat, tentang bagaimana kematian, akhirnya akan datang

Lihatlah daun-daun berguguran, mengering, lalu hancur terinjak orang lewat. Tanpa ampun.

Mengingatkan manusia bahwa suatu saat, ia akan jatuh dari tempatnya, lalu menghilang

Akhir itu pasti datang, ketika Sang Pencipta sudah memanggil, tak akan bisa dicegah seorangpun

 

Begitulah kisahku tentang daun, si pengingat yang hebat.

Masih ada ribuan daun di dunia yang bisa ditiru manusia.

Tak mungkin kusebut semua di sini, hanya tersebut sekelebat.

Tak pernah kau duga bukan ? Bagaimana daun bisa menjadi begitu mulia ?

Advertisements

3 comments

  1. “Lihatlah daun-daun berguguran, mengering, lalu hancur terinjak orang lewat. Tanpa ampun.”

    Kalimat di atas bener-bener aing suka beum, introspektif.
    Kadang kita gak tahu betapa kejamnya kita terhadap hal kecil yang bisa kita syukuri.


    • iya kak adeup, kadang kita suka lupa sama yang kita lihat tiap hari. Malah melihat yang jauh tak terlihat, dan belum tentu ada hubungannya sama kita 😦


  2. […] Pikiran saya kumaha saya « Pengingat Itu Bernama Daun […]



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: