h1

Kebebasan Semu

April 26, 2015

AKU BEBAS !!
Pekaknya.
AKHIRNYA AKU BEBAS !!
Ia berteriak dengan kencang.
Setelah selama ini ia tinggal di dalam bayang-bayang besi penjara.
Garis hitam-putih tercetak di selnya yang kecil dan bau.
Garis hitam-putih yang dilukis oleh sinar mentari yang mengenai jeruji penjara.
Sudah bertahun-tahun ia melihat lukisan itu, lukisan yang tiap jamnya berubah.
Ia sudah bosan, tak ada hiburan lain.
Begitu punya kesempatan untuk melihat matahari kembali, ia bebas.
Tapi hanya sekejap saja.
5 menit saja ia berjalan, kini sudah gelap lagi.
Tapi memang masih hangat.
Ia tak berada dalam sel.
Ia berdiri, terikat, di pinggir tebing.
Masih siang, hangat, tapi gelap.
Matanya ditutup kain hitam.
Di hadapannya ada 6 moncong senapan siap menyambar.
DOR.
Merah.

NOTE:

Hukuman mati. Tidak manusiawi. Bukan. Tidak efektif. Prosesnya lama, makan banyak biaya, ditambah tekanan dari negara tetangga. Efeknya tidak membuat jera, tetapi membuat mati. Jika memang mati menjadi pertanda untuk lebih hati-hati, nampaknya tidak. Masih banyak bandar berkeliaran. Jika membuat mati menjadi jera, itu gila. Mati tidak jera. Mati ya mati. Menghilang, tak kembali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: