Archive for October, 2015

h1

Juara.

October 19, 2015

Kami.

Juara.

Lagi.

10155037_10153237104941234_7614005247056949968_n

Advertisements
h1

Bulan dan Matahari

October 14, 2015

Manusia merasakan cinta dari alam semesta

Menikmati sinar matahari dan bulan yang saling berganti

Matahari mencintai bulan

Bulan mencintai matahari

Matahari membiarkan bulan mengambil sinarnya

Manusia sebut itu malam

Bulan membiarkan matahari mengambil cahayanya kembali

Manusia sebut itu siang

Manusia hidup pada siang dan malam hari

Memanen cahaya matahari,

Memuja cahaya bulan,

Sembari terus menanti keduanya berganti

Manusia tak tahu,

Matahari dan bulan saling mencinta

Walau tak sedang bersama

h1

Plenty of Fish

October 13, 2015

It is true when people say that there are many fish in the sea.

But she is my sea.

And I miss her.20150724_185722

h1

Bertemu Lagi

October 9, 2015

Ingin aku duduk di teras
Di senja merah di kota Bandung
Bersantai sambil merenung
Mendengar tawa burung yang keras

Memandangi langit yang menggelap
Menyapa bulan yang mulai tergantung
Tak lupa bintang gemerlap,
Yang sudah bosan aku hitung

Ingin kamu duduk di sebelahku
Berbagi kisah selama berpisah,
Menikmati secangkir kopi buatanku,
Sekaligus melepas gelisah

h1

Aku Tahu Aku Lupa

October 9, 2015

Ketika gelisah yang muncul tak menentu

Menghantui setiap sudut malammu
Mungkin kamu lupa akan sesuatu
Sesuatu yang membuat kamu menjadi kamu

Ia yang berdiri ada di sana
Di tempat yang jauh dari dunia fana
Kita hanya bisa menebak keberadaan-Nya
Tak bisa diraba, hanya bisa dirasa

Belakangan aku melupakan-Nya
Terlalu terpaku pada emosi semata
Aku melupakan hubungan itu
Satu-persatu dari lima waktu

Ternyata Ia Maha Tahu
Dengan tenang Ia menegurku
Ah, mana kutahu ?
Apa benar itu teguran untukku ?
Apa hukuman untukku ?
Tak ada yang tahu

Yang aku tahu, aku lupa
Sekarang sedang ingat
Semoga tak kembali lupa
Teguran-Mu sangatlah dahsyat

Tuhan

h1

Tentang Rindu

October 2, 2015

Banyak orang bilang begini:
“Jarak bukanlah halangan bagi mereka yang mencinta.”
Toh rasa tetap bisa tersampaikan lewat suara
Tak perlu tatap muka untuk menyampaikan cinta
Tak perlu ada genggam hangat di tangan,
Pun juga tak perlu ada berbagi obrolan

Tapi rasanya tidak begitu bagiku,
Bagiku, cinta memang seperti candu
Ketika tak bisa bertemu,
Efeknya membabi buta menggerus kalbu
Mematikan akal, membakar sumbu
Sumbu yang berujung pada ledakan emosi rindu

Senang bertemu denganmu,
Meski hanya dalam tidur singkatku
Melihat wajahmu, mendekapmu, menyibak rambutmu
Walau itu hanya ilusi semu,
Terasa nyata apabila itu denganmu,
Ah, rasanya seperti waktu itu
Waktu kita bertemu walau diburu waktu

Aku bukan pendusta yang pandai menipu rasa dengan kata
Ini adalah untaian kata penuh kejujuran,
Mengikat rindu yang lama berceceran,
Dengan tegas dan lugas: aku rindu kamu, dinda.